Senin, 08 Juni 2020

Beberapa Tetes Darah Kita Amat Berguna Bagi Mereka

 



Penulis tiba di gedung unit transfusi darah palang merah Indonesia (PMI) kabupaten Subang pada pukul 11.12. Tujuan penulis datang ke PMI hendak menyumbangkan darah secara sukarela. Harapannya, darah yang akan didonorkan bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

Foto Gedung Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Subang (Sumber: Koleksi Pribadi)
Penulis kali pertama datang ke markas PMI cabang Subang tahun 1998 sebagai peserta pendidikan dan pelatihan pembina PMR/KSR. Penulis kemudian datang kembali setelah dua puluh dua tahun, kini sebagai peserta donor darah.

Foto Surat Keterangan Diklat Pembina PMR/KSR Tahun 1998
Istri penulis juga pernah mengikuti diklat korps sukarela (KSR) PMI cabang Subang tahun 1985. Beliau salah satu utusan dari generasi muda forum komunikasi putra putri purnawirawan ABRI (FKPPI) kecamatan Jalancagak. Pada surat keterangan diklat tertulis ketua PMI dijabat oleh Bapak Drs. A. Manaf Kariem dan sekretarisnya Bapak Drs. Endang Syachroni.

Proses donor darah tidak lama, estimasi waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 20 menit. Pertama, penulis lapor kepada petugas piket. Kedua, mengisi formulir kuesioner, lamanya kurang lebih 5 menit. Ketiga, mengecek kadar hemoglobin (Hb), lamanya kira-kira 5 menit. Terakhir, antara 7 sampai 10 menit untuk pengambilan darah.

Foto Ruangan Tempat Melapor Dekat Pintu Masuk (Sumber: Koleksi Pribadi)

Pada bagian depan formulir terdapat kuesioner yang harus dijawab dengan memberikan centang pada kotak yang sudah tersedia. Sedangkan pada bagian belakangnya ada data yang harus diisi oleh donor, petugas Hb, petugas AFTAP, petugas administrasi, dan dokter.

Foto Formulir Kuesioner (Sumber: Koleksi Pribadi)
Setelah menjawab formulir dengan jujur, penulis mengantre sebentar di depan ruangan pelestarian donor sambil membawa kuesioner yang sudah diisi. Di dalam ruangan tersebut penulis diukur suhu tubuh menggunakan thermo gun, berat badan, Hb, dan golongan darah.

Foto Pintu Masuk Ruang Cek Hb (Sumber: Koleksi Pribadi)
Foto Proses Pemeriksaan Golongan Darah dan Hb (Sumber: Koleksi Pribadi)
Petugas di ruangan ini berbicara dengan ramah tentang manfaat donor darah. Penjelasan petugas tersebut substansinya sama dengan pemaparan yang dikutip dari https://www.alodokter.com/komunitas/topic/donor-darah-dan-kesehatan-ginjal.

Manfaat donor darah, antara lain: (a) membantu menyelamatkan nyawa, (b) membuat darah mengalir lebih lancar, (c) menjaga kesehatan jantung, (d) meningkatkan produksi sel darah merah, dan (e) membuat diri bahagia karena dapat bermanfaat bagi hidup orang yang membutuhkan.

Setelah pemeriksaan hemoglobin selesai, penulis disuruh menuju ke suatu ruangan. Berdasarkan petunjuk arah, penulis berjalan ke sebelah kiri, kemudian ke kiri lagi, dan akhirnya sampai di ruang tunggu. Sebab di ruang tunggu donor kosong, maka penulis dapat langsung masuk ke ruang pengambilan darah.

Foto Petunjuk Arah Menuju Ruang Pengambilan Darah (Sumber: Koleksi Pribadi)
Foto Ruang Tunggu Donor Sebelum Pengambilan Darah (Sumber: Koleksi Pribadi)
Di dalam ruangan yang kedua ini, penulis disuruh menunggu sebentar, sebab petugas sedang melakukan pengambilan darah pada donor yang lebih dahulu dipanggil masuk. Donor tersebut adalah seorang ibu.

Foto Ruangan Pengambilan Darah (Sumber: Koleksi Pribadi)
Penulis tidak sengaja menyimak percakapan, ternyata ibu tersebut adalah donor yang kali pertama menyumbangkan darahnya. Penulis pun demikian pula. Penulis sempat berbicara dengan suara tertahan di dalam mulut. “Saya kemana saja selama ini?”

Sekarang tibalah giliran penulis yang akan diambil darah. Tampak petugas mempersiapkan alat dan bahan. Selanjutnya petugas membalutkan alat di atas siku lengan kanan penulis, lantas mengecek tekanan darah dan menghitung denyut nadi.

Foto Pengecekkan Tekanan Darah dan Denyut Nadi (Sumber: Koleksi Pribadi)
Petugas mengoleskan skin desinfeksi pada kulit di sisi dalam lipatan siku dan membersihkannya menggunakan kapas.

Foto Pemberian Skin Desinfeksi Pada Kulit (Sumber: Koleksi Pribadi)
Tampak tangan kiri petugas memegang kapas dan tangan kanannya membawa alat yang ada jarumnya. Petugas menyuruh meluruskan lengan, mengepalkan jari-jari tangan kanan, menarik napas, menahan napas sebentar, dan akhirnya jarum sudah masuk ke dalam vena. Alhamdulillah tidak terasa sakit.

Foto Proses Memasukkan Jarum Pada Pembuluh Vena (Sumber: Koleksi Pribadi)
Petugas berbicara dengan tenang dan ramah. Dia mengatakan skin desinfeksi berguna untuk membasmi bibit penyakit, mencegah rasa gatal, dan iritasi pada kulit. Jumlah darah yang akan diambil sebanyak 350 mililiter. Batas usia pendonor adalah mereka yang sudah berusia 17 samapai 60 tahun.

Penjelasan di atas dilakukan petugas sambil menunggu proses penyadapan darah berlangsung. Tampak beliau juga sedang menulis dan mengisi data pada formulir milik penulis.

Foto Petugas Sedang Mengawasi Proses Pengambilan Darah (Sumber: Koleksi Pribadi)
Alhamdulillah. Pengambilan darah sudah selesai, waktunya kurang dari 10 menit. Tidak terasa alat-alat yang tadinya menempel pada lengan penulis, sekarang sudah tidak tampak lagi. Terakhir petugas menutup bekas jarum dengan plester.

Foto Petugas Sedang Menutup Bekas Jarum Dengan Plester (Sumber: Koleksi Pribadi)
Petugas menjelaskan, darah yang baru saja diambil harus segera dikirim ke laboratorium untuk menjalani tes. Apabila di dalam darah ada sesuatu yang salah, maka akan segera diberitahukan kepada penulis melalui nomor ponsel yang ada di formulir.

Foto Darah yang Baru Diperoleh dan Diberi Label pada Kantongnya (Sumber: Koleksi Pribadi)
Petugas memberikan sesuatu dalam kantong. Penulis mengucapkan terimakasih kendati masih kurang paham. Penulis permisi keluar ruangan. Setelah dibuka ternyata di dalam kantong terdapat makanan dan minuman dalam kemasan. MasyaAlloh. Alhamdulillah.

Foto Makanan dan Minuman dalam Kemasan Pemberian Petugas (Sumber: Koleksi Pribadi)
Sebelum pulang, penulis menyempatkan diri singgah dahulu ke markas PMI untuk bersilaturahmi.
Foto Silaturahmi dengan Petugas di Markas PMI Kabupaten Subang



Daftar Sumber:
Manfaat Donor Darah Untuk Kesehatan, diakses dari
 

15 komentar:

  1. Luar biasa tulisannya pak

    Pembaca seolah dibawa ke alam pikiran penulis.

    Mantap, semoga menginspirasi penulis2 lainnya.

    BalasHapus
  2. Manthap Pa enjang nih tulisannya

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah,terimakasih atas komentar dan bimbingannya Pak

    BalasHapus
  4. Masyaalloh Pak tulisannya syarat makna, inspiratif!

    BalasHapus
  5. Mantap Pak Enjang runtut dan jelas tulisannya, Pak. Semangat utk berbagi bagi kemanusiaan

    BalasHapus
  6. Keren pak Enjang tulisannya, tetap semangat

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah,terimakasih atas dukungannya.

    BalasHapus
  8. MasyaAlloh. Kapan kita dapat bersilaturahmi ke PMI?

    BalasHapus
  9. Wah infonya lengkap sekali. Mantap Pak ๐Ÿ‘๐Ÿป hee Ditta mah dari dulu g bisa donor darah da berat badannya suka kurang ๐Ÿคญ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terimakasih atas kunjungan dan komentarnya

      Hapus